Profile Desa



Kondisi Geografi Desa
Desa  Batangan merupakan  salah  satu dari 23  desa  di  wilayah  Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan yang  terletak 14 km ke arah utara dari kantor kecamatan. Desa Batangan mempunyai luas wilayah seluas 670,305 hektar. Secara geografis, desa ini memiliki batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara                   : Desa Batu Gubeng, Kec. Geger
Sebelah Selatan                : Desa Dlambah Laok, Dlambah Dajah
Sebelah Timur                  : Desa Landak, Pettong, Rongdurin
Sebelah Barat                   : Desa Binoh Kec. Burneh
Letak desa Batangan jika ditinjau dari keberadaannya dari pusat pemerintahan dapat dilihat pada tabel 2.1.
Tabel 2.1 ORBITASI (Jarak dari pusat pemerintahan)

Jarak ke Kecamatan
14 km
Lama tempuh ke Kecamatan
0,5 jam
Jarak ke Kabupaten
21 km
Lama tempuh ke Kabupaten
1 jam
Iklim desa Batangan, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di desa Batangan Kecamatan Tanah Merah. Berikut adalah rincian klim desa Batangan yang dapat dilihat pada tabel 2.2.
             No.
Uraian
             Satuan
           Keterangan
               1.
         Tinggi kelerengan / Tempat
               51 m dpl
               2.
Curah hujan
              2000 mm/th
               3.
Suhu rata-rata harian
               27º C
               4.
Jumlah bulan hujan
               6 Bln
               5.
Bentang wilayah
               670,305 Ha
            Dataran









Tabel 2.2 Kondisi Iklim Desa Batangan

Kondisi Demografi Desa
Demografi atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Demografi meliputi ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Jumlah penduduk desa Batangan berdasarkan data terakhir hasil sensus penduduk tahun 2017 sebanyak 5662 jiwa, dengan perincian sebagaimana tabel 2.3 di bawah ini:

Tabel 2.3 Jumlah Penduduk Desa Batangan
No.
JenisKelamin
Jumlah (jiwa)
1.
Laki–Laki
2683
2.
Perempuan
2979
3.
KepalaKeluarga
1312
Sumber : Data Desa Batangan 2017

Sosial Budaya
Sosial
                        Masyarakat desa Batangan memiliki adat istiadat dan kebiasaan yang sangat menjunjung tinggi akan nilai-nilai keagamaan dan kesopanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tercermin dalam kegiatan atau rutinitas masyarakat desa Batangan yang biasa dilaksanakan yaitu:
1.    Perayaan Hari Pernikahan
            Perayaan Hari Pernikahan di desa Batangan merupakan perayaan atas menikahnya putra atau putri di desa Batangan. Perayaan hari pernikahan ini hampir sama dengan yang dilaksanakan di desa lain yaitu dengan mengundang tetangga-tetangga dan sanak saudara, memberikan hidangan yang cukup banyak kepada tamu undangan. Selama Perayaan Hari Pernikahan berlangsung, beberapa keluarga mengundang “kyai” atau ustadz untuk mengisi pengajian dalam rentetan kegiatan.
2.    Peringatan Hari Kematian
Peringatan hari kematian biasanya dilakukan secara berjenjang, yaitu selama tujuh hari berturut-turut mulai dari hari pertama sampai hari ketujuh setelah kepergian almarhum/ almarhumah. Kemudian, dilanjutkan pada hari ke 40, dimana keluarga duka akan melakukan tahlilan kembali. Hal ini dilakukan karena masyarakat desa percaya bahwa pada hari ke 40 arwah almarhum/ almarhumah akan berkunjung ke rumah duka untuk melihat sekaligus berpamitan kepada sanak saudara yang telah ditinggalkan. Setelah itu dilanjutkan melakukan peringatan hari kematian pada hari ke 100, dan hari ke 1000 atau yang biasa disebut “Lebbar” setelah kepergian almarhum/ almarhumah. Semua kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendoakan arwah almarhum/ almarhumah agar tenang dan dijauhkan dari siksa kubur.
3.    Tasyakuran Kelahiran
                          Pelaksanaan tasyakur kelahiran di desa Batangan dilakukan pada 7 hari, 40 hari, 7-12 bulan (Toron Tanah), biasanya. Makanan yang biasanya harus ada dalam kegiatan ini yaitu  nasi tumpeng dan jajanan pasar.
4.    Sunatan
Sunatan adalah tradisi yang masih dilestarikan desa Batangan. Syukuran biasa dilakukan bagi warga Batangan yang memiliki anak yang baru saja disunat. Syukuran ini dilaksanakan dengan mengundang tetangga sekitar dengan diisi doa, dan suguhan buat undangan.
Budaya
1.    Hadrah
Desa Batangan mengalokasikan pengadaan alat musik hadrah sebagai zimatnya desa dan sarana interaksi masyarakat serta melestarikan tradisi yang dimiliki. Hampir setiap malam kelompok-kelompok seni hadrah latihan di kediaman ketua kelompoknya.
2.    Pencak Silat (Sepeccot)
Desa Batangan memiliki suatu seni bela diri tradisional yang dikenal dengan nama “Sapeccot”. Sapeccot adalah satu-satunya seni bela diri pencak silat yang ada di desa Batangan, Kecamatan Tanah  Merah, Bangkalan. Banyak pemuda desa Batangan yang ikut serta dalam latihan pencak silat. Latihan pencak silat dilakukan setiap seminggu dua kali yaitu hari selasa malam dan jum’at malam.

Sosial Ekonomi
Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan suatu desa adalah sektor ekonomi. Oleh karena itu, suatu desa harus mampu mengasah dan mengoptimalkan potensi yang ada di desa Batangan agar dapat dijadikan faktor-faktor produksi dalam meningkatkan sektor ekonomi desa Batangan. Hal ini diharapkan agar manfaat dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, terutama sebagai mata pencahariannya.

Sumber daya alam potensial yang mampu dikembangkan dan dijadikan sebagai modal dasar bagi pertumbuhan desa Batangan diantaranya adalah pertanian, dan industri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar